santri

Dari Santri " Memelihara tradisi Lama Yang Toleransi Dan Mengadopsi Masa Kini Yang Lebih Rapi"

  • Google Telusur
  • Artikel Blog Ini
  • Tribun Ekonomi Syariah

     Konsep Syariah berbeda dengan konsep Kapitalisme. Ekonomi Syariah tidak mengakui keberadaan sektor non-real berbasis bunga, karena dalam ekonomi syariah telah mengharamkan riba, termasuk bunga dalam Al-Quran Surah Al-Bqorah 275 menjelaskan;

    الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
    Orang-orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.(QS. 2:275) 

    Dengan kata lain, dalam Ekonomi Syariah  uang bukanlah komoditi yang karenanya mempunyai harga. Harga uang inilah yang dalam teori-teori Kapitalisme disebut bunga. Menurut buku UK Budget Red Books 1990, “Suku bunga merupakan harga dari uang dan kredit.” (El-Diwany, 2003). Uang dalam Islam hanyalah sebagai alat tukar saja, bukan sebagai komoditi sebagaimana dalam Kapitalisme. Dengan kata lain, Ekonomi Syariah adalah real based economy (ekonomi berbasis sektor real). Ini merupakan kebalikan total dari ekonomi Kapitalisme yang dibangun dengan monetary based economy. Keuntungan hanya diperoleh melalui jerih payah nyata (real) dalam produksi barang atau jasa. Ekonomi Berbasis Uang Kertas (Fiat Money) Fiat money adalah uang kertas yang secara legal diakui pemerintah melalui dekrit sebagai uang resmi, namun tidak ditopang dengan logam mulia seperti emas dan perak (Hamidi, 2007). Uang kertas itulah yang sekarang digunakan oleh negara-negara kapitalis seperti Amerika Serikat. Sejak berakhirnya sistem Bretton Woods yang mengaitkan dolar dengan emas (1 ons/28,35 gram emas=35 dolar AS) pada tahun 1970-an, dolar AS tidak ditopang lagi dengan emas dan dapat berlaku hanya karena kepercayaan (trust) orang pada dolar. Seiring dengan dominasi Kapitalisme AS, mata uang dolar kini menjadi salah satu mata uang kuat (hard currency) dunia yang digunakan sebagai standar nilai dan alat pembayaran dalam perdagangan internasional. Sistem uang kertas ini merupakan salah satu akar kerapuhan Kapitalisme. Betapa tidak. Pasalnya, jika dibandingkan dengan mata uang Islam (dinar dan dirham), uang kertas sesungguhnya mempunyai kelemahan mendasar, antara lain selalu terkena inflasi permanen (Hamidi, 2007). Di samping itu, uang kertas jauh dari nilai keadilan (fairness) lantaran nilai intrinsiknya tidak sama dengan nilai nominalnya. Mengenai inflasi permanen, perhatikan ilustrasi berikut. Misal:  Rp 100 juta rupiah pada tahun ini. akan berbeda nilainya  Rp 100 juta pada 10 tahun lagi.  Jelas tidak sama. Uang kertas rupiah ini akan mengalami depresiasi (penurunan nilai) karena inflasi permanen. Inilah kelemahan mendasar uang kertas. Mata uang Islam (dinar dan dirham) berbeda dengan mata uang dalam Kapitalisme. Dinar dan dirham terbukti dalam sejarah sangat kecil sekali inflasinya. Pada masa Rasulullah saw., dengan uang 1 dinar (4,25 gram em`s) orang dapat membeli seekor kambing, dan dengan uang 1 dirham (2,975 gram perak) dapat dibeli seekor ayam. Pada masa sekarang ini, dengan uang senilai 1 dinar orang masih dapat membeli seekor kambing; dan dengan uang senilai 1 dirham orang sekarang masih dapat membeli seekor ayam. Luar biasa bukan, yang terdapat pada aturan ekonomi syariah? Pada mata uang kertas, nilai intrinsiknya tidak sama dengan nilai nominalnya. Ini jelas tidak adil. Misal: untuk mencetak uang dengan nilai nominal 1 dolar AS diperlukan biaya yang besarnya hanya 4 sen dolar AS. Jadi, nilai intrinsik uang 1 dolar sebenarnya hanya 4 sen dolar. Kalau kurs 1 dolar AS, misalnya, senilai Rp 10.000, berarti 4 sen dolar hanya sebesar Rp 400. Nah, sekarang kalau mau mencetak uang 100 dolar AS, berapa biaya produksi yang diperlukan? Jelas sekali tidak akan jauh berbeda dengan biaya mencetak uang 1 dolar AS (Hamidi, 2007). Berbeda dengan uang kertas, pada dinar dan dirham nilai intrinsik dan nominalnxa menyatu, tidak bakal ada perbedaan. Mengapa? Sebab, nilai nominal dinar atau dirham ditentukan semata oleh berat logamnya itu sendiri yang sekaligus menjadi nilai intrinsiknya, bukan ditentukan oleh dekrit atau pengumuman bank sentral. Kalau kita menyimpan uang Rp 100 ribu sebanyak satu karung, lalu Bank Indonesia mengumumkan uang itu tidak berlaku lagi dan tidak bisa ditukar dengan uang baru, kita tak bisa berbuat apa-apa. Sekarung uang itu hanya menjadi sampah tak bernilai. siap-siaplah orang yang tidak percaya pada ekonomi syariah

    Kompilasi Ayat Al-Quran

     EKONOMI SYARIAH
    Dalil Al-Quran Untuk Perubahan Sosial Dan Ekonomi Syariah
     يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (١٣)
    Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q:S 48:13)
    ....إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ (١١)                     
     Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q:S  13:11)
    َلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٩٦)                            
    Jikalau  Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.  (Q:S 7:96 )
     وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (١٩)       
    Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian                    (Q:S 51:19)
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (٢٩)            
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Q:Ansisa :29)
       مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (٢٤٥)  
    Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (Q:Al Baqoara:245)
    أَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوااللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٢٠)            
    dan dirikanlah Sholat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai Balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q:Al Muzammil 20
     قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الأمِينُ (٢٦  
     Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya". (Q:Al-Qosos 26
    وَلا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْض وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (١٨٠)           
    Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q: Ali Imron: 180)
    وَمَا لَكُمْ أَلا تُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْض        
     ...... Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, Padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi (Q:Al Hadid:10)
      ْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (١٩)          
    Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian                    (Q: Al Zariat:19
      كَيْ لا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الأغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٧)
    ..... supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya. (Q:Al Hasyr:7)
     وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢)            
    Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (Q:Al Maidah:2)
    وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ (٢٨ 
     Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, Maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) Menyembunyikan persaksian. dan Barangsiapa yang menyembunyikannya, Maka Sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS: Al Baqora: 283)
     وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١٨٨)       
    Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui. (QS: Al Baqarah:188)
     يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (١٣٠)
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS: Al Imron 130)
    الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٢٧٥)     
    Orang-orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqoroh 275)
     يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ (٢٧٦)       
    Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa(QS Al-Baqoroh 276)
     إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (٢٧٧)
    Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.                                           (QS Al-Baqoroh 277)
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٢٧٨)    
    Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman(QS Al-Baqoroh 278).
      فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ (٢٧٩)          
    Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak  dianiaya. (QS Al-Baqoroh 279)
     آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ (٧) 
    Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. (QS Al Hadid:7)
    وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ (٢٤) 
    Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,  (Q: AlMaarij: 24)
    يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (٣١)
    Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Q:Al A’rof :31)
     وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (٢٦) إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (٢٧)
    Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS:Al Isro’: 26-27)
     وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا (٦٧)
    Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (QS:Al Furqon: 67)
    وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ                        
    Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS:Al Qosos :77)
     إِنْ يَسْأَلْكُمُوهَا فَيُحْفِكُمْ تَبْخَلُوا وَيُخْرِجْ أَضْغَانَكُمْ (٣٧)                                                                                                                                 Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan Menampakkan kedengkianmu (QS: Muhammad 37).
    إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا (٧٢) 
     Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untukmemikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh (QS:
    فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (١٠)وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا قُلْ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (١١)
    Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.  Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik pemberi rezki. (QS;Al Jumu’ah:10-11)
        فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٨٥)                                                    
     Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".  (QS;Al A’rof 85)
    مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الأغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا    آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٧)
    Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya (QS: Al Hasyr7)
    . يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الأحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (٣٤)  
    Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih  (QS At Taubah 34)
     وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ (٢٤)لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (٢٥) 
    Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu. Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta). (QS Al Maarij:24-25
    (٢٦) وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
    Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.(QS: Al Isro’ 26)
    (٦٧)  وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا   
      Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan                                itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (QS: Al Furqo 67)   
      
                                                                             
                                                 

    Sistem Ekonomi Syariah


    System ekonomi Islam adalah system ekonomi yang mandiri, oleh sebab itu Islam mendorong kehidupan sebagai kesatuan yang utuh dan menolong kehidupan seseorang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, yang individu-individunya saling  membutuhkan dan saling melengkapi dalam sekema tata sosial, karena manusia adalah entitas individu sekaligus kolektif.
    Ekonomi Islam adalah cara hidup yang serba cukup, Islam sendiri menyediakan segala aspek eksistensi manusia yang mengupayakan subuah tatanan yang didasarkan pada seperangkat konsep Hablum  min-Allah wa hablum min-Annas, yang berkaitan tentang tuhan, manusia dan hubungan keduanya (tauhidi). Matra ekonomi Islam menempati kedudukan yang istimewa.  Karena Islam yakin bahwa stabilitas universal tergantug pada kesejahteraan material dan sepiritual manusia. Kedua aspek ini terpadu dalam satu bentuk tindakan dan kebutuhan manusia.
    Aktivitas antar manusia termasuk  aktivitas ekonomi terjadi melalui apa yang di istilahkan oleh ulama’ dengan  mu’amalah (intrataksi) pesan al-quran dalam aktivitas ekonomi ;

                                                                                             وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ (١٨٨)  

    “ Dan  janganlah  kamu  sekalian  makan  atau   melakukan   interaksi
    ekonomi di antara kamu  dengan jalan yang bathil ”  (Q: S. Al Baqoroh   : 188)
           


    Islam bukan sekedar menawarkan pedoman-pedoman moral teoritis guna membangun system ekonomi, tapi juga mengemukakan suatu metodologi yang layak untuk menerapkan pedoman-pedoman dengan ke absahan cara dan juga legitimasi tujuan dengan landasan atas pertimbangan etika yang jelas dan dapat bemakna di dalam keseluruan kerangka tata sosial, dengan pendekatan terhadap system ekonomi ini sangat relevan dan amat mendesak untuk di alamatkan pada syari’ah dengan system ekonomi islam

    PONDOK PESANTREN TERTUA

            PONDOK PESANTREN TERTUA
    1. Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah. Didirikan oleh Syekh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani (ulama besar dari Hadramaut, Yaman) pada 4 Januari 1475 M/879 H. Ini pesantren tertua se-Asia Tenggara.
    2. Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat. Didirikan oleh Mbah Muqoyyim pada tahun 1715 M.
    3. Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur. Didirikan oleh Sayyid Sulaiman bin Sayyid Abdur Rahman Basyaiban pada tahun 1718 M.
    4. Pesantrean Al Mujahid (Sekarang berganti nama Al Alawiyyin), Cianjur, Jawa Barat. Didirikan pada tahun 1760 M.
    5. Pondok Pesantren Jamsaren, Surakarta, Jawa Tengah. Didirikan oleh Kiai Jamsari pada tahun 1768 M.
    6. Pondok Pesantren DARUMAFATIHIL ULUM atau lebih simpelnya kita kenal denga sebutan DMU (baca; de-em-u) DI dirikan oleh oleh KH Zainal Abidin Bin Azkiyak Pada tahun 1784 M. di Ds Podokaton GD. Wetan Pasuruan Jawa Timur (Mbah Azkiya’  Cucu dari Mbah Sakaruddin Keboncandi termasuk Putra dari Mbah Soleh Semendi) 
    7. Pondok Pesantren PPMH, Gading, Malang, Jawa Timur. Didirikan oleh KH. Hasan Munadi pada tahun 1768 M.
    8. Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura. Didirikan oleh Kiai Itsbat pada tahun 1787 M.
    9. Ponpes Hidayatut Thullab (Pondok Tengah), Kamulan, Durenan, Trenggalek, Jawa Timur. Didirikan pada 1790 M.
    10. Pondok Pesantren Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Didirikan pada tahun 1818 M. 
    11. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur. Asuhan KH. Muhammad Muddatstsir Badruddin (Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur). Didirikan oleh KH. Nasruddin bin Itsbat pada tahun 1827 M.
    12. Pondok Pesantren Al-Iman, Purworejo Jawa Tengah. Didirikan pada tahun 1828 M. 
    13. Pondok Pesantren Tremas Paciatan Jawa Tengah. Didirikan oleh KH. Abdul Mannan pada tahun 1830 M.
    14. Pondok Pesantren Langitan Tuban Jawa Timur. Didirikan oleh KH. Muhammad Nur pada tahun 1852 M.
    15. Pondok Pesantren Syaichona Cholil Bangkalan Madura. Didirikan oleh Syaichona Muhammad Kholil pada tahun 1861 M.
    16. Pondok Pesantren Girikusumo, Banyumeneng, Demak. Didirikan oleh Syeikh Muhammad Hadi (Mbah Giri Kusumo) bin Thohir bin Shodiq Jago (Demak) pada tahun 1868 M/1228 H
    17. Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang Kab. Wajo Sulawesi Selatan. Didirikan oleh Al-Allamah Syekh Anregurutta H. Muhammad As’ad Al-Bugisi, pata Tahun Mei 1930


    *Sebagian sumber dari Dutaislam.com. 



    SANTRI TULEN

            System ekonomi Islam adalah system ekonomi yang mandiri, oleh sebab itu Islam mendorong kehidupan sebagai kesatuan yang utuh dan menolong kehidupan seseorang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, yang individu-individunya saling membutuhkan dan saling melengkapi dalam sekema tata sosial, karena manusia adalah entitas individu sekaligus kolektif. Ekonomi Islam adalah cara hidup yang serba cukup, Islam sendiri menyediakan segala aspek eksistensi manusia yang mengupayakan subuah tatanan yang didasarkan pada seperangkat konsep Hablum min-Allah wa hablum min-Annas, yang berkaitan tentang tuhan, manusia dan hubungan keduanya (tauhidi). Matra ekonomi Islam menempati kedudukan yang istimewa. Karena Islam yakin bahwa stabilitas universal tergantug pada kesejahteraan material dan sepiritual manusia. Kedua aspek ini terpadu dalam satu bentuk tindakan dan kebutuhan manusia. Aktivitas antar manusia termasuk aktivitas ekonomi terjadi melalui apa yang di istilahkan oleh ulama’ dengan mu’amalah (intrataksi) pesan al-quran dalam aktivitas ekonomi

                            وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ (١٨٨)  

    Dan janganlah kamu sekalian makan atau melakukan interaksi ekonomi di antara kamu dengan jalan yang bathil ” (Q: S. Al Baqoroh : 188) 


                 Islam bukan sekedar menawarkan pedoman-pedoman moral teoritis guna membangun system ekonomi, tapi juga mengemukakan suatu metodologi yang layak untuk menerapkan pedoman-pedoman dengan ke absahan cara dan juga legitimasi tujuan dengan landasan atas pertimbangan etika yang jelas dan dapat bemakna di dalam keseluruan kerangka tata sosial, dengan pendekatan terhadap system ekonomi ini sangat relevan dan amat mendesak untuk di alamatkan pada syari’ah dengan system ekonomi islam Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Bagikan ke Pinterest 0 komentar Postingan LamaBeranda

    KATA KATA BIJAK

    =  Jangan memandang tingginya puncak gunung, betapapun tinggi akan terasa datar jika kita berada di atasnya 
    =  Kesabaran adalah pohon pahit yang berbuah sangat manis.
    =  Jangan pernah berhenti membangun. Jemputlah masa depan dengan berpikir cerdas dan bekerja keras. 
    =  Dadi wong iku seng duwe rumongso... Ojok rumongso duwe 
    =  Kalo tidak mampu membuat orang lain seneng, cukup jangan menambah duka dan membuat orang lain susah, 
    =  Punya pikiran tak mampu berfikir, punya hati sering menyakitkan prasaan orang lain. Jika demikian pantaskah kita masih memiliki luhur budi. 
    =  Orang yang kuat itu bukan orang yang bisa merobahkan rumah, tapi orang yang mampu jadi penopang bagi yang lemah  
    =  Tak pernah ada yang mampu meramal takdir, namun kita masih punya kemampuan untuk berusaha merubah nasib kita 
    =  Tujuan utama hidup ini menolong yang lemah, jika kita tidak mampu menolongnya stidaknya jangan sakiti mereka.  
    =  Harapan yang indah tidak untuk di hayalkan, tapi harus di wujudkan agar supaya bisa di kenang keindahannya 
    =  Orang yang paling dermawan adalah yang memanfaatkan dunianya untuk kebaikan agamanya.   
    =  Berbicaralah kalau memang perlu untuk berbicara dan jangan bicara kalau memang tidak perlu untuk berbicara  
    =  Dengarkanlah apa yang di bicarakan, jangan melihat siapa yang bicara. Karena ketika mulut tak bersuara mungkin hati bisa berbisik,  
    = Upah sedikit dari sebuah kejujuran ltu lebih baik, dari pada gaji besar dari sebuah kecurangan.

    Teks Mengetik Sendiri


    Bagi para master mohon lewati aja........ini hanya sekedar berbagi
    Sering kali kita melihat blog yang dihiasi oleh tulisan atau kata-kata yang berjalan di blog teman-teman kita seperti mengetik. mungkin sebagian besar sudah mengetahuinya. tapi disini SANTRI TULEN mencoba untuk berbagi kepada teman-teman yang belum mengetahui cara pembuatannya.
    Catatan: yang akan dibahas Santri Tulen ini merupakan tulisan seperti mengetik biasa bukan tulisan berjalan yang apabila ada mouse di area tulisan itu akan berhenti.
    berikut cara pembuatannya :
    1.Login ke Blogger
    2.Kemudian klik Tata Letak dan Elemen Halaman
    3.Ketika sudah berada di Elemen Halaman klik Tambah Gadget
    4.Lalu pilih HTML/JavaScript
    Langkah selanjutnya masukkan kode Script  yang anda inginkan seperti contoh dibawah ini :
    5. Copy Kode berikut dan Contoh teks mengetik dengan sendirinya  lihat di samping kanan

    <form name="news">
    <textarea cols="50" name="news2" rows="3" wrap="virtual"></textarea></form>
    <script type="text/javascript">
    //<![CDATA[
    var newsText = new Array();
    newsText[0] = "Teks Anda ";
    newsText[1] = "Teks Anda";
    newsText[2] = "Teks Anda";
    newsText[3] = "Teks Anda";
    newsText[4] = "Teks Anda";
    newsText[5] = "Teks Anda";
    var ttloop = 1; // diulang-ulang teksnya ganti dengan 1 (1 = True; 0 = False)
    var tspeed = 250; // Typing speed in milliseconds (larger number = slower)
    var tdelay = 1000; // Time delay between newsTexts in milliseconds
    // ------------- NO EDITING AFTER THIS LINE -------------
    var dwAText, cnews=0, eline=0, cchar=0, mxText;
    function doNews() {
    mxText = newsText.length - 1;
    dwAText = newsText[cnews];
    setTimeout("addChar()",1000)
    }
    function addNews() {
    cnews += 1;
    if (cnews <= mxText) {
    dwAText = newsText[cnews];
    if (dwAText.length != 0) {
    document.news.news2.value = "";
    eline = 0;
    setTimeout("addChar()",tspeed)
    }
    }
    }
    function addChar() {
    if (eline!=1) {
    if (cchar != dwAText.length) {
    nmttxt = ""; for (var k=0; k<=cchar;k++) nmttxt += dwAText.charAt(k);
    document.news.news2.value = nmttxt;
    cchar += 1;
    if (cchar != dwAText.length) document.news.news2.value += "_";
    } else {
    cchar = 0;
    eline = 1;
    }
    if (mxText==cnews && eline!=0 && ttloop!=0) {
    cnews = 0; setTimeout("addNews()",tdelay);
    } else setTimeout("addChar()",tspeed);
    } else {
    setTimeout("addNews()",tdelay)
    }
    }
    doNews()
    //]]>
    </script>



    Ketereangan
    cols="50" = lebar Halaman
    rows=2    = tinggi halaman
    Isi Teks  = Silakan isi sesuai dengan Teks yang anda inginkan

    terimakasih....silahkan anda untuk mencobanya sukses milik anda.....

    Setrategi Wirausaha

    Sebagai pola tanggap terhadap perkembangan atau respon pasar, baik itu dalam lingkungan permintaan atau penawaran, perlu kiranya bagi manegemen untuk reaktif dalam pegembangan organisasi perusahaan baik itu setrategi maupun sumber daya manusianya (SDM). meskipun strategi secara eksplisit tidak perna dirumuskan, akan tetapi setrategi perlu di lakukan untuk memenuhi atau mengimbangi lingkungn persaingan usaha, oleh karenanya setrategi sebagai jawaban dari kunci sebuah keberhasilan dalam menghadapi perubahan iklim usaha. Dalam kaitannya dengan persaingan, setiap prusahaan perlu memahami siapa pesaing produk, dan bagaimana posisi pasar, serta seperti apa barang yang di tawarkan, dengan demikian menegemen harus teliti untuk melihat dan mendengar kekuatan dan kelemahan sumberdaya yang di miliki suatu perusahaan. Peranan setategi merupakan sarat mutlak yang harus di penuhi oleh suatu perusahaan, agar prusahaan dapat survive dalam menjalankan roda usahanya dan mampu bertahan dari terpaan persaingan, dalam hal ini perusahaan membutuhkan improvisasi baik berupa inovasi produk maupun jangkauan pasar.
    Keunggulan bersaing dapat di raih dengan memenuhi keinginan pasar melalui penawaran, pangsa pasar merupakan peluang untuk menciptakan posisi profitabele dan sustainable guna mengatasi kekuatan-kekuatan yang menentukan persaingan dalam usaha. Dan tak kala penting pemenuhan kebutuhan perusahaan diantaranya melalui sumber daya manusianya, Prespektif yang lebih mengarah pada sumberdaya manusia juga perlu di rencanakan untuk memenuhi kebutuhan setrategi dalam mengembangkan suatu prusahaan, apabila sumberdaya manusia terpenuhi tidak menutup kemungkinan prusahaan yang semula bersifat stagnan akan menujuh pada kemajuan di tingkat produksi dan mengarah pada sabilitas usaha yang kuwalifaid. Dalam menuju usaha yang kuwalifaid tentu harus di tunjang dengan sumberdaya manusia yang mencukupi, oleh karenanya menegemen perlu kiranya terus untuk meningkatkan sumber daya manusia guna memenuhi kebutuhan produksi, hal ini merupakan langkah setrategi bagi prusahaan untuk meningkatkan kuwalitas produksi dan daya saing pada tataran pasar yang pada akhirnya akan meningkat pula pada hasil usaha.

    MIKRO EKONOMI SYARIAH

    Pada dasarnya yang terjadi pada keuangan mikro syari’ah (BMT) tidak jauh beda dengan sistem konfensional dalam hal menanamkan sebuah kepercayaan pada nasabah, akan tetapi ada pembeda yang sangat melebar, adapun perbedaan yang terjadi yaitu pada tataran prilaku produk yang ditawarkan, dan syistem yang dijalankan, adapun dalam system ekonimi Islam yang paling mendasar pada tataran Akad. Koperasi Jasa keungan syariah berdiri hanya bagaimana ekonomi mikro syariah kedepan berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip syari’ah, ekonomi islam di jalankan pada abad ini tidak lain dari akibat prilaku ekonomi masyarakat cendrung Ribawi, dalam hal ini pedagang kecil di pasar-pasar tradisional banyak ditemukan dan selalu menerapkan transaksi sistem bunga (rentenir)
    Ada beberapa argumen mengapa kita perlu merajut optimisme memmbangun sistem ekonomi mikro syari’ah. Pertama, bangsa ini termasuk penduduk beragama Islam terbesar dunia dan mayoritas hidup di pedesaan. yang memiliki komitmen luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan, bukan sekadar teori fiqhiyah saja, akan tetapi bagaimana cara kita agar bisa mengimplementasikannya. Realitas historis dari masyarkat desa, dan masyarakat desa merupakan aset untuk merajut harapan bahwa mimpi akan tewujut dan dapat melahirkan optimis di masa depan.
    Kedua, meski ada tarik-ulur kepentingan baik itu lembaga perbankkan atau perkoprasian untuk menaungi Jasa keungan Mikro syariah (BMT) akan tetapi untuk Jasa keungan Mikro syariah relatif tidak berdampak. Yang pada akirnya banyak perbankkan yang bertaraf nasional skarang belomba-lomba alih syistem, bahkan banyak pula perbankkan membuka unit-unit mikro syariah. Hal tersebut lebih bersumber pada struktur ekonomi asli pedesaan yang menjanjikan,. Ini merupakan peluang bagi tegaknya sistem ekonomi syari’ah di bumi indonesia, kita harus bersyukur dan berbesar hati, berbagai elemen termasuk MUI, MES (masyarakat Ekonomi Syari’ah) atau masyarakat madani memiliki komitmen besar untuk mengawal ekonomi syari’ah, serta menyuarakan keadilan dan kesejahteraan ekonomi bagi semua lapisan masyarakat. Dan Begitu tingginya komitmen itu, sehingga sejumlah perguruan tinggi juga ramai-ramai membuka prodi (program study) ekonomi berbasis syari’ah.

    Sistem Ekonomi Syariah


    System Ekonomi Syariah adalah system ekonomi yang mandiri, oleh karenanya Islam mendorong kehidupan sebagai kesatuan yang utuh dan menolong kehidupan seseorang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, yang individu-individunya saling  membutuhkan dan saling melengkapi dalam sekema tata sosial, karena manusia adalah entitas individu sekaligus kolektif .
    Ekonomi Syariah adalah cara hidup yang serba cukup, Islam sendiri menyediakan segala aspek eksistensi manusia yang mengupayakan subuah tatanan yang didasarkan pada seperangkat konsep Hablum  min-Allah wa hablum min-Annas, yang berkaitan tentang tuhan, manusia dan hubungan keduanya (tauhidi). Matra ekonomi Syariah menempati kedudukan yang istimewa.  Karena Islam yakin bahwa stabilitas universal tergantug pada kesejahteraan material dan sepiritual manusia. Kedua aspek ini terpadu dalam satu bentuk tindakan dan kebutuhan manusia.Aktivitas antar manusia termasuk  aktivitas ekonomi terjadi melalui apa yang di istilahkan oleh ulama’ dengan  mu’amalah (intrataksi) pesan al-quran dalam aktivitas ekonomi;

    وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُواْ بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُواْ فَرِيقاً مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ                                                                                                             

    Dan janganlah (saling) memakan harta di antara kalian dengan (cara yang) batil dan (jangan pula) membawa (urusan harta) itu kepada hakim (untuk kalian menangkan) dengan (cara) dosa agar kalian dapat memakan sebahagian harta orang lain, padahal kalian mengetahui (Q: S. Al Baqoroh   : 188)

    Islam bukan sekedar menawarkan pedoman-pedoman moral teoritis guna membangun system ekonomi, tapi juga mengemukakan suatu metodologi yang layak untuk menerapkan pedoman-pedoman dengan ke absahan cara dan juga legitimasi tujuan dengan landasan atas pertimbangan etika yang jelas dan dapat bemakna di dalam keseluruan kerangka tata sosial, dengan pendekatan terhadap system ekonomi ini sangat relevan dan amat mendesak untuk di alamatkan pada syari’ah dengan system ekonomi islam

    MENEROPONG EKONOMI SYARIAH


    Islam berbeda dengan Kapitalisme. Islam tidak mengakui keberadaan sektor non-real berbasis bunga, karena Islam telah mengharamkan riba, termasuk bunga (QS 2: 275). Dengan kata lain, dalam Islam, uang bukanlah komoditi yang karenanya mempunyai harga. Harga uang inilah yang dalam teori-teori Kapitalisme disebut bunga. Menurut buku UK Budget Red Books 1990, “Suku bunga merupakan harga dari uang dan kredit.” (El-Diwany, 2003). Uang dalam Islam hanyalah sebagai alat tukar saja, bukan sebagai komoditi sebagaimana dalam Kapitalisme.
    Dengan kata lain, ekonomi Islam adalah real based economy (ekonomi berbasis sektor real). Ini merupakan kebalikan total dari ekonomi Kapitalisme yang dibangun dengan monetary based economy. Keuntungan hanya diperoleh melalui jerih payah nyata (real) dalam produksi barang atau jasa.
    Ekonomi Berbasis Uang Kertas (Fiat Money)
    Fiat money adalah uang kertas yang secara legal diakui pemerintah melalui dekrit sebagai uang resmi, namun tidak ditopang dengan logam mulia seperti emas dan perak (Hamidi, 2007). Uang kertas itulah yang sekarang digunakan oleh negara-negara kapitalis seperti Amerika Serikat. Sejak berakhirnya sistem Bretton Woods yang mengaitkan dolar dengan emas (1 ons/28,35 gram emas=35 dolar AS) pada tahun 1970-an, dolar AS tidak ditopang lagi dengan emas dan dapat berlaku hanya karena kepercayaan (trust) orang pada dolar. Seiring dengan dominasi Kapitalisme AS, mata uang dolar kini menjadi salah satu mata uang kuat (hard currency) dunia yang digunakan sebagai standar nilai dan alat pembayaran dalam perdagangan internasional.
    Sistem uang kertas ini merupakan salah satu akar kerapuhan Kapitalisme. Betapa tidak. Pasalnya, jika dibandingkan dengan mata uang Islam (dinar dan dirham), uang kertas sesungguhnya mempunyai kelemahan mendasar, antara lain selalu terkena inflasi permanen (Hamidi, 2007). Di samping itu, uang kertas jauh dari nilai keadilan (fairness) lantaran nilai intrinsiknya tidak sam` dengan nilai nominalnya.
    Mengenai inflasi permanen, perhatikan ilustrasi berikut. Misal: Anda meminjamkan uang kepada teman Anda tahun ini sebesar Rp 100 juta rupiah. Teman Anda akan mengembalikan sejumlah Rp 100 juta juga, namun 10 tahun lagi. Samakah nilai Rp 100 juta sekarang dengan Rp 100 juta untuk 10 tahun lagi? Jelas tidak sama. Uang kertas rupiah ini akan mengalami depresiasi (penurunan nilai) karena inflasi permanen. Inilah kelemahan mendasar uang kertas.
    Mata uang Islam (dinar dan dirham) berbeda dengan mata uang dalam Kapitalisme. Dinar dan dirham terbukti dalam sejarah sangat kecil sekali inflasinya. Pada masa Rasulullah saw., dengan uang 1 dinar (4,25 gram em`s) orang dapat membeli seekor kambing, dan dengan uang 1 dirham (2,975 gram perak) dapat dibeli seekor ayam. Pada masa sekarang ini,  dengan uang senilai 1 dinar orang masih dapat membeli seekor kambing; dan dengan uang senilai 1 dirham orang sekarang masih dapat membeli seekor ayam. Luar biasa, bukan?
    Pada mata uang kertas,

    EKONOMI SYARIAH





    Membangun Optimisme.

    Pada dasarnya yang terjadi pada keuangan mikro syari’ah tidak jauh beda dengan sistem konfensional dalam hal menanamkan sebuah kepercayaan pada nasabah, akan tetapi ada pembeda yang sangat melebar, adapun perbedaan yang terjadi yaitu pada tataran prilaku produk yang ditawarkan, dan syistem yang dijalankan. Selayang pandang koperasi BMT-MASLAHAH Jatim dari pertama pendiriannya tidak terbayang bahwa koperasi tersebut akan mempunyai aset yang sangat mengejutkan, yang di inginkan dari para pendiri hanya bagaimana ekonomi mikro kedepan berjalan sesuai dengan prinsip syari’ah, karena dari dan prilaku ekonomi masyarakat pedagang kecil di pasar-pasar tradisional cendrung mendapatkan modal dari praktek ribawi, yang selalu menerapkan transaksi sistem bunga (rentenir)

    Ada beberapa argumen mengapa kita perlu merajut optimisme memmbangun sistem ekonomi mikro syari’ah. Pertama, bangsa ini termasuk penduduk beragama Islam terbesar dunia dan mayoritas hidup di pedesaan. yang memiliki komitmen luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan, bukan sekadar teori fiqiyah saja, akan tetapi bagaimana cara kita agar bisa mengimplementasikannya. Realitas historis dari masyarkat desa merupakan aset untuk merajut harapan bahwa mimpi akan tewujut dan dapat melahirkan optimis di masa depan. Kedua, meski ada tarik-ulur kepentingan akan tetapi untuk BMT-MMU Jatim relatif tidak berdampak. Banyak Bank yang bertaraf nasional skarang belomba-lomba alih syistem, bahkan sekarang disejajarkan dengan pasar mikro. Hal tersebut lebih bersumber pada struktur ekonomi asli pedesaan yang menjanjikan. Itu artinya apa ? terbukanya peluang bagi tegaknya sistem ekonomi syari’ah di bumi indonesia. seyogianya kita harus bersyukur, berbagai elemen termasuk MUI, MES (masyarakat Ekonomi Syari’ah) atau masyarakat madani memiliki komitmen besar untuk mengawal ekonomi syari’ah, serta menyuarakan keadilan dan kesejahteraan ekonomi bagi semua lapisan masyarakat. Dan Begitu tingginya komitmen itu, sehingga sejumlah perguruan tinggi juga ramai-ramai membuka prodi (program study) ekonomi berbasis syari’ah.



    Lek.jalal@gmail.com

    Syariah Menjadikan Berkah



     

    Diakui atau tidak, bahwa keberadaan pasar tradisional memberi arti tersendiri bagi BMT/LKS , dan pasar tradisional merupakan sumber mata air yang bisa mengaliri dan memberi kesegaran bagi keuangan koperasi BMT/LKS , bahkan lembaga tersebut sendiri  mengokohkan bahwa dimana ada pasar Teradisional dipastikan disitu ada BMT/LKS , walaupun pengokohan tersebut tanpa adanya MOU dari kedua belah pihak antara BMT/LKS  dengan pihak Pasar Tradisional.
    Persaingan di sektor penjualan produk dan jasa semakin ketat kompetisinya
    strategi dan sistem diterapkan untuk meningkatkan kinerja BMT/LKS  . Jika pasar tradisional dijadikan sebagai mesin produksi, dan juga dijadikan sebagai mitra kerja, dari salah satu ujung tombak penjualan produk BMT/LKS . Maka pasar tradisional adalah salah satu pionir koprasi BMT/LKS . Dengan konsep kemitraan, justru dari pasar tradisional itulah laju perkembangan koperasi BMT/LKS  kian pesat. Ini terbukti hingga kini mampu membuka 21 kantor cabang di seluruh wilayah Pasuruan, dan tahun 2010 isyaAllah BMT/LKS  akan ekspansi ke sekitar luar wilayah pasuruan.
    Semenjak berdiri 11 tahun yang lalu memungkinkan adanya kekurangan-kekurangan yang harus dibenahi. Untuk itu BMT/LKS  senantiasa secara kontinew dan terprogram, selalu mengembangkan kualitas pelayanan dan SDM. Inhouse training sering diadakan, mendelegasikan karyawan untuk mengikuti seminar-seminar manjadi pilihan BMT/LKS  Jatim suatu bentuk menambah sumberdaya insani, hal ini sebagai sarana untuk mempercepat proses pemberdayaan mutu serta meningkatkan profesionalisme kinerja dalam manajemen BMT/LKS .
    Yang belum dilaksanakan oleh BMT/LKS , Untuk lini kemajuan dan peningkatan di mata masyarakat pasar tradisional, yaitu belum terlaksananya pembagian tempat sampah secarah gratis di semua pasar tradisional.
    Dengan demikian semoga komunikasi dengan masyrakat pasar pasar tradisional dan pihak-pihak terkait lainnya akan menjadi lebih mudah.

    Amin-amin ya Robbal Alamin.

     
     
    Selamat datang di Blog " SANTRI TULEN " Terima Kasih Atas Kunjungan Anda ... !! Mohon Komentar atau Dengan Kiritik Yang Konsttruktif