Dari Santri " Memelihara tradisi Lama Yang Toleransi Dan Mengadopsi Masa Kini Yang Lebih Rapi"
Ilmu Tanpa Agama Buta, Agama Tanpa Ilmu Pengetahuan Pincang

  • Google Telusur
  • Artikel Blog Ini
  • « »

    EKONOMI SYARIAH MEMBANGUN KULTUR





    Membangun Optimisme.

    Pada dasarnya yang terjadi pada keuangan mikro syari’ah tidak jauh beda dengan sistem konfensional dalam hal menanamkan sebuah kepercayaan pada nasabah, akan tetapi ada pembeda yang sangat melebar, adapun perbedaan yang terjadi yaitu pada tataran prilaku produk yang ditawarkan, dan syistem yang dijalankan. Selayang pandang koperasi BMT-MMU Jatim dari pertama pendiriannya tidak terbayang bahwa koperasi tersebut akan mempunyai aset yang sangat mengejutkan, yang di inginkan dari para pendiri hanya bagaimana ekonomi mikro kedepan berjalan sesuai dengan prinsip syari’ah, karena dari dan prilaku ekonomi masyarakat pedagang kecil di pasar-pasar tradisional cendrung mendapatkan modal dari praktek ribawi, yang selalu menerapkan transaksi sistem bunga (rentenir)

    Ada beberapa argumen mengapa kita perlu merajut optimisme memmbangun sistem ekonomi mikro syari’ah. Pertama, bangsa ini termasuk penduduk beragama Islam terbesar dunia dan mayoritas hidup di pedesaan. yang memiliki komitmen luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan, bukan sekadar teori fiqiyah saja, akan tetapi bagaimana cara kita agar bisa mengimplementasikannya. Realitas historis dari masyarkat desa merupakan aset untuk merajut harapan bahwa mimpi akan tewujut dan dapat melahirkan optimis di masa depan. Kedua, meski ada tarik-ulur kepentingan akan tetapi untuk BMT-MMU Jatim relatif tidak berdampak. Banyak Bank yang bertaraf nasional skarang belomba-lomba alih syistem, bahkan sekarang disejajarkan dengan pasar mikro. Hal tersebut lebih bersumber pada struktur ekonomi asli pedesaan yang menjanjikan. Itu artinya apa ? terbukanya peluang bagi tegaknya sistem ekonomi syari’ah di bumi indonesia. seyogianya kita harus bersyukur, berbagai elemen termasuk MUI, MES (masyarakat Ekonomi Syari’ah) atau masyarakat madani memiliki komitmen besar untuk mengawal ekonomi syari’ah, serta menyuarakan keadilan dan kesejahteraan ekonomi bagi semua lapisan masyarakat. Dan Begitu tingginya komitmen itu, sehingga sejumlah perguruan tinggi juga ramai-ramai membuka prodi (program study) ekonomi berbasis syari’ah.



    Lek.jalal@gmail.com
    Judul: EKONOMI SYARIAH MEMBANGUN KULTUR
    Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
    Ditulis Oleh Ahmad Jalaludin

    .

    2 komentar:

    1. salam persahabatan
      salam kenal dulu ya

      BalasHapus
    2. Ironisnya ternyata tidak sedikit juga lembaga keuangan yang hanya berkedok / memakai topeng syari'ah tapi pada praktiknya jauh dari nilai syari'ah yang sebenarnya !!!???

      BalasHapus

    Pastikan Komentar Saudara Bukan SPAM
    Di Tunggu Saran dan Kritik yang Konstruktif,
    Semoga Komentar Saudara Menjadi Amal Kebaikan.